​Air Mata dan Hujan

Air tentunya salah satu hal penting yang harus ada di dunia ini agar kita masih bisa melanjutkan kehidupan. Mulai dari air untuk minum, air untuk mandi, dan air untuk kebutuhan-kebutuhan lainnya. Saya pun iseng membuka KBBI V untuk mengetahui ada berapa kata yang menggunakan kata air. Ternyata ada seratus lebih kata yang menggunakan kata air. Kata air dipakai dalam pembentukan kata majemuk, misalnya air  asin, air susu, dan air beras. Tak ketinggalan kata air juga dipakai dalam peribahasa, misalnya air beriak tanda tak dalam. Ini menandakan bahwa kata air memiliki makna yang luas bergantung kata yang mengikutinya.

Dari sekian banyak kata dan peribahasa yang menggunakan kata air, ada kata air mata yang memiliki dua sisi. Sisi bahagia dan sisi sedih. Air mata bisa menunjukkan dua keadaan yang berlawanan tersebut. Di satu sisi, air mata bisa menunjukkan kesedihan seseorang. Ketika ditinggalkan selama-lamanya oleh orang yang disayangi, air mata akan menetes karena merasa kehilangan. Di sisi lain, air mata juga bisa menunjukkan kebahagiaan. Misalnya, air mata yang menunjukkan rasa bangga orang tua melihat anaknya telah mendapatkan gelar sarjana. Bahagia dan sedih bisa diekspresikan dengan satu benda, yaitu air mata. 

Nah, tentang air mata, saya adalah orang yang boleh dikatakan mudah untuk mengeluarkan air mata. Dulu, ketika masih kecil sampai remaja saya masih sering menangis jika dimarahi oleh orang. Bahkan, sampai sekarang pun saya masih biasa menangis. Namun, bukan karena dimarahi lagi, melainkan karena menonton film atau drama. Akhirnya, saya jika diajak menonton film di bioskop saya harus tahu dulu apakah filmya sedih atau tidak. Bukan tanpa alasan, dulu saya dan tiga orang teman pernah menonton bersama film Surga yang Tak Dirindukan. Saat itu, dua orang teman saya menangis ketika menonton salah satu scene dari film tersebut. Teman yang seorang lagi malah asyik menertawakan kedua teman yang menangis tadi. Dari kejadian itulah, saya sudah tak mau menonton film yang ada sedih-sedihnya. Jika saya menonton drama, itu pun harus sendirian karena alasan itu tadi.

Di KBBI V sebenarnya saya mau cari kata ‘air hujan’. Namun, ternyata tak ada. Kata yang ada hanya kata hujan. Di KBBI V tersebut, kata hujan memiliki arti titik-titik air yang berjatuhan dari udara karena proses pendinginan. Walaupun tidak ada kata air yang mendahului kata hujan. Akan tetapi, hujan memiliki kandungan air. Jadi, tidak salah kan saya bahas tentang hujan di tulisan ini? Hujan sangat sering saya jumpai selama Ramadan. Dari hari pertama Ramadan, di sini sudah diguyur hujan. Bahkan, bisa dari pagi sampai malam dan lanjut ke pagi lagi. 

Bagi saya, hujan juga punya dua sisi. Sisi yang menyenangkan dan sisi yang tidak menyenangkan. Saat menyenangkan dari hujan adalah ketika saya bisa memandangi hujan dari rumah. Semua kenangan tiba-tiba bangkit ketika memandangi hujan. Selain itu, tidur saya terasa lebih nyenyak dan durasinya juga lebih lama ketika hujan. Namun, sisi yang tidak menyenangkan dari hujan adalah ketika hari itu saya punya janji dan akan keluar rumah. Bisa jadi saya terlambat memenuhi janji tersebut dan juga sepatu yang saya kenakan akan basah dan kotor terkena genangan air.

Air mata dan hujan sama-sama memiliki dua sisi. Sisi menyenangkan dan tidak menyenangkan. Sama juga dengan kita. Ada beberapa orang di suatu waktu akan menganggap kita sebagai orang yang menyenangkan dan sebagian lainnya di suatu waktu pula akan menganggap kita tidak menyenangkan. Tenang saja, itu bukan kesalahan. Semua orang tidak bisa kita bahagiakan.

#15harimenulis

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s